2/5/17

Permainan Tradisional Anak yang Mulai Hliang

Indonesia kaya akan budaya dan kekayaan alamnya. Setiap daerah mempunyai ke khasannya masing-masing mulai dari makanan, pakaian, bahasa, dan adat istiadat. Ada juga permainan tradisional yang mulai hilang karena perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga banyak bermunculan permainan praktis yang menarik perhatian anak-anak serta meninggalkan permainan tradisional.

Penyebab anak-anak meninggalkan permainan tradisonal karena harus membuat mainannya dan harus mencari bahan-bahan. Padahal permainan tradisional sangat ramah lingkungan dan tidak perlu meminta uang kepada orang tua. Bahan-bahan untuk membuatnya pun sangat mudah di cari dan memanfaatkan barang bekas seperti sendal jepit, lampu, baterai dan masih banyak lagi. Namun dalam pembuatannya harus di awasi orang tua karena menggunakan barang-barang tajam dan berbahaya untuk anak-anak.

Permainan tradisional biasanya musiman ketika salah satu anak membuat atau mempunyai maka yang lain akan mengikutinnya. Anak-anak kelahiran tahun 2000an mungkin sudah tidak memainkan permainan tradisional dan tidak mengetahui permainan tradisional itu seperti apa. Ini beberapa permianan tradisonal yang mulai hilang

1. Mobil-mobilan bambu

credit : potrett-desaku.blogspot.co.id
Mobil-mobilan ini berbahan dasar bambu dan di potong sesuai ukuran yang di butuhkan lalu di ikat pakai karet atau tali. Mobil ini di dorong serta di ikatkan ke poros ban depan. Untuk rodanya dari sendal jepit yang di potong bulat atau bisa juga dari tutup botol bekas. Sambil berlari-lari dan bersuka ria memainkannya

2. Bedil Solobong

  


Pistol atau bedil(sunda) berbahan dasar bambu. Mainin ini fungsinya untuk tembak-tembakan dan aman di mainkan asal jangan di tembakan ke arah mata. Karena pelurunya berbahan kertas yang di basahi air dan di masukan ke dalam bambu. Bedil bambu bila di tembakkan berbunyi "DERRR/BLEKOK"

3. Meriam Bambu


Lodong(sunda) atau meriam bambu hanya ada saat bulan ramadhan dan di mainkan sore hari sambil menunggu adzan magrib atau ngebuburit. Cara memainkannya siapkan bambu panjangnya sekitar 1.5 meter dan masukan air kedalam bambu serta masukan karbit secukupnya lalu tunggu sekitar 5 menit. Siapkan obor agar aman, lalu dekatkan ke lubang bawah maka meriam akan berbunyi kencang seperti meriam aslinya.